Tampilkan postingan dengan label tips service. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips service. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 April 2012

Cara Memperbaiki Aki

Aki memang lambat laun akan mengalami kerusakan. Penyebab kerusakan bisa bervariasi, mulai dari penggunaan yang salah hingga kerusakan alami seperti umur yang memang sudah waktunya untuk rusak. Nah, kalo aki motor anda rusak, apa yang akan anda lakukan ? membuangnya atau menjualnya ketukang loak ? Dalam artikel kali ini saya akan sedikit sharing tentang cara memperbaiki aki yang soak dengan cara yang cukup mudah dan murah.

Tetapi yang perlu digaris bawahi, cara yang akan saya sharing tidak sepenuhnya berhasil, tingkat keberhasilannya tergantung dari kondisi aki itu sendiri. Jika kondisi element didalam aki yang sudah sangat rapuh, atau bahkan banyak yang sudah pada putus, maka kemungkinan tidak akan berhasil. Dengan cara yang akan saya sampaikan disini, berlakuk untuk aki yang kondisinya masih sedikit (cuma sedikit saja sich) bagus, masih ada element (minimal belum pada rontok), dan kerusakannya hanya tidak mau menyimpan arus listrik.

Ciri aki yang tidak mau menyimpan arus listrik adalah ketika anda gunakan lampu rem atau lampu sent, nyalanya sangat redup, bahkan kadang tidak mau nyala sama sekali, apalagi untuk menghidupkan mesin menggunakan starter tangan, jelas merupakan sebuah tindakan yang bodoh sia-sia.

Ok, langsung saja, berikut trik untuk memperbaiki aki yang soak dan tidak bisa menyimpan arus listrik:

   1. Sediakan dulu air sedikit panas (diatas hangat tetapi dibawah panas, he…)
   2. Buka semua penutup cairan aki, kemudian buang semua isinya. Hati-hati kalo bisa jangan sampai kena kulit, karena air aki tersebut bisa menyebabkan gatal yang lumayan.
   3. Setelah terkuras habis, masukan air yang sedikit panas tersebut. Isi setengahnya saja, kemudian tutup semua lubangnya kembali dengan penutup semula.
   4. Kocok-kocok aki tersebut hingga air yang ada didalamnya berubah warna menjadi hitam.
      Tujuan dari pengocokan aki tersebut adalah untuk membuang hasil sisa reaksi yang menempel di element aki dan di dasar box aki. Disamping itu, pemberian air sedikit panas tersebut berfungsi untuk menghidupkan kembali element yang sudah mati atau mati suri (kata orang bengkel gitu)
   5. Jika air yang ada didalam aki sudah terlalu hitam dan pekat, anda bisa membungnya dulu, kemudian mengulanginya lagi dari tahap 3.
   6. Ulangi terus hingga kotoran hasil reaksi yang ada didalam aki bersih (Dasar box aki terlihat tampa ada endapan)
   7. Jika dirasa sudah bersih, maka langkah terakhir, anda bisa memasukan air aki jenis Zuur.
   8. Setelah selesai, pasang aki pada motor anda. Tapi ingat, jangan langsung menggunakan untuk menstarter mesin motor anda, tetapi diamkan dulu sambil motor tersebut digunakan (buat mejeng dan jalan-jalan juga gak masalah). Hal tersebut bertujuan untuk mengisi arus listrik dulu ke aki. Gak perlu ke tukang listrik untuk mengcharge aki tersebut.

Cara diatas berlaku untuk semua jenis aki basah, bisa aki motor, mobil (jika kuat mengocok akinya sich, atau aki-aki yang lain). Tetapi sekali lagi cara diatas tidak semuanya berhasil, kembali lagi ke kondisi aki. Tetapi walaupun tidak semua kondisi aki bisa diperbaiki, minimal anda mencobanya, kalo gak jadi bisa anda jual ke tukang loak, kalo jadi berarti keberutungan anda, dari pada beli aki baru, lebih mahal bro harganya. Perbaikan aki dengan cara seperti ini bisa awet sampai dengan waktu 1 tahun, lumayan buat ngumpulin duit untuk beli aki yang baru

Demikian apa yang bisa saya share, semoga bisa bermanfaat bagi pengunjung semua, terima kasih

Selasa, 24 April 2012

Cara Service Lampu Hemat Energi


Kali ini Kami akan membahas tentang Cara Service Lampu Hemat Energi.Akhir-akhir ini banyak ditemukan para bengkel/teknisi lampu hemat energi,Karena penasaran kami coba googling akhirnya menemukan salah satu blog yang memposting cara Service lampu Hemat Energi

Persiapan Alat Service Lampu Hemat Energi :

   1. Obeng Minus : untuk mencongkel casing lampu
   2. Solder.
   3. Timah / tenol
   4. Multitester / AVO Meter
   5. Kabel secukupnya.

Cara Service Lampu Hemat Energi :

    * Buka Casing Lampu Hemat Energi dengan mencongkelnya menggunakan obeng.
    * Lepas Neon dari rangkaiannya, kemudian test neon dengan menggunakan Multitester. Ada dua kutub pada neon, ukur masing-masing dengan menggunakan batas ukur OHM Meter x1. Kalau neon masih bagus maka masing-masing jika diukur akan menunjukkan angka sekitar 2-8 ohm. Kalau salah satu kutub / ujung  ada yang putus / tidak menunjukkan angka maka berarti neon sudah rusak / putus. Cara mengakali jika neonnya yang putus silahkan baca di bagian bawah.
    * Kalau neonnya bagus, berarti kerusakan ada di rangkaiannya.

Berikut ini beberapa komponen di rangkaian Lampu Hemat energi yang perlu di cek dan diganti kalau rusak :
Mengenai cara cek komponen jika belum tahu caranya silahkan baca di Posting Ini.


   1. Elco Filter setelah dioda bridge, biasanya melembung, ganti dengan elco 10uF / 350-400 volt
   2. Resistor 2,2 - 10 ohm 2 buah ( yang terhubung ke kaki emitor transistor )
   3. Resistor 15 - 20 ohm 2 buah ( yang terhubung ke kaki basis transistor )
   4. Transistor type MJE 13003 : 2 buah
   5. Bila semua komponen itu bagus dan lampu masih mati, ganti saja kondensator tantalum 3,9nF - 4nF/1200volt, walaupun kelihatan tidak rusak. kondensator tersebut berfungsi sebagai starter lampu. (kondensator ini langsung terhubung ke salah satu kutub neon.

Jika Neonnya yang rusak, dan rangkaian Lampu Hemat Energi nya masih OK berikut ini triknya :

   1. Siapkan Neon biasa merk Philips 10-15 watt (harga 6-8 rb) untuk pengganti neon yang rusak.
   2. Hubungkan kedua kutub neon dengan rangkaian sesuai dengan gambar di bawah ini.




Lampu Hemat Energi dengan neon yang sudah dimodifikasi lebih terang

suber link:http://ekohasan.blogspot.com/2011/08/cara-service-lampu-hemat-energi.html