Minggu, 29 April 2012

Audio Compressor bagian 4

Berikut skema audio compressor bagian 4.dalam skema kali ini terdapat banyak sekali persaman pengontrol dengan versi asli atau build upnya:


 Atau yang ini:


bagi yang udah buat minta reviewnya ya.......

LIHAT JUGA:
Sekema Audio Compressor bagian  1
Sekema Audio Compressor bagian  2
Sekema Audio Compressor bagian  3
Sekema Audio Compressor bagian  4

Sabtu, 28 April 2012

Cara Merubah tabung monitor komputer Menjadi TV


Sekarang harga second monitor komputer sudah sangat murah. Tidak sampai 200 ribut rupiah kita sudah bisa membawa monitor komputer bekas. Bagi anda yang sudah bosan menggunakan tabung monitor dan mungkin sudah beralih ke LCD, jangan membuang monitor tabung anda, karena monitor tabung anda bisa dimodifikasi untuk dijadikan TV dan tentunya bisa anda gunakan sebagai media hiburan yang bisa anda letakan dikamar tidur anda.
Tetapi sebelumnya ada beberapa hal yang perlu di ubah terlebih dahulu. Tip\'s tentang Cara merubah konfigurasi dari CRT yoke monitor agar dapat di gunakan bersama dengan mesin pesawat TV. Mengapa harus di rubah dahulu? Karena nilai resistansi yoke horisontal monitor adalah sangat rendah (mulai 0,2 ohm – 0,6 ohm) terhadap nilai yang boleh di bebankan kepada sebuah rangkaian defleksi horisontal sebuah pesawat TV (0,6 ohm – 1,8 ohm). Akibatnya beban Transistor Horisontal adalah menjadi amat berat hingga dapat menyebabkan kerusakan secara langsung. Kali ini saya mencoba memberikan sedikit informasi tentang bagaimana cara merubahnya.
Cara Menggunakan Tabung Monitor Untuk TV :
Yang perlu anda persiapkan adalah :
  1. CRT monitor lengkap dengan yoke.
  2. Modul mesin pesawat TV yg mempunyai fasilitas pinchussion untuk model 21? lebih.
  3. Trafo yoke \'wansonic\' ( untuk yoke monitor SVGA atau monitor Flat )
  4. Electronic tool (solder,timah dll).
Pertama yang perlu anda kerjakan adalah, memperhatikan susunan perkabelan dari bagian horisontal yoke, biasanya ada rangkaian tambahan di bagian yoke monitor (rangkaian konvergensi dynamic dan rangkaian pincushion)


Rubah susunan bagian horisontal ini yang awalnya di susun secara pararel menjadi susunan seri. Dengan cara lepaskan semua titik sambung pada masing-masing terminal horisontal yoke ( bagian vertikal tak perlu di rubah ). Buang / putuskan semua perkabelan dari rangkaian tambahan (pincushion) tersebut, ambil ujung-ujung kabel spool inti dari gulungan horisontal. Dan anda akan mendapatkan empat buah ujung line/kabel dari bagian horisontal ini, dua di kiri dan dua di kanan. Ukur dengan avo meter untuk menandakan masing masing gulungan (gulungan A dan gulungan B).
Sambungkan salah satu ujung dari gulungan A sebelah kiri ke ujung dari gulungan B sebelah kanan. Dan sisa dari dua ujung yang tidak disambung adalah titik untuk terminal yang akan kita gunakan selanjutnya. Proses pertama selesai, berikutnya segera anda ukur nilai resistansi dari horisontal yoke yg telah kita rubah ini, apakah sudah cukup sampai kisaran antara 0,6 – 1,8 ohm dengan avo meter presisi (akurat :: disarankan dengan AVO meter digital). Jika sudah cukup, perangkat CRT siap di gunakan.
Beberapa syarat yg perlu anda perhatikan adalah :
Jangan sekali-kali merubah apalagi mencabut komponen gelang static konvergensi di leher CRT,karena jika telah berubah anda mungkin perlu seharian bahkan lebih untuk menyetel ulang posisi yang telah diset di pabrik ini.setelan ini amat kritis untuk crt monitor dikarenakan jumlah pixelnya yang lebih banyak dari crt TV,dan karena alasan itulah saya menganjurkan untuk menggunakan mesin TV yang mempunyai fasilitas pengaturan pinchussion/ taraf kelengkungan sisi gambar. (cirinya :terdapat dua buah trimpot manual di dekat IC vertikal mesin TV ).
Apabila ukuran resistansi dari horisontal yoke ini masih terlalu rendah ( pada yoke monitor SVGA atau yoke monitor 17? keatas atau juga yoke monitor Flat).Kita perlu menggunakan komponen tambahan ,yaitu trafo yoke Wansonic (khusus di buat oleh pabrikan wansonic untuk di gunakan oleh para pembuat pesawat TV rakitan ).trafo ini banyak di jumpai dipasaran bersama dengan mesin tv keluaran wansonic.
Cara menggunakan trafo wansonic adalah sebagai berikut :

  1. Hubungkan kabel biru dari mesin TV ke kaki nomor1 trafo juga langsung menuju ke salah satu terminal horisontal yoke.
  2. Hubungkan kabel merah dari mesin TV menuju titik terakhir (pin6 atau7) dari kaki trafo.
  3. Hubungkan kabel merah dari yoke ke salah satu pin di trafo wansonic ( pin4,5,6,7 ) untuk menyesuaikan lebar gambar.
Informasi tambahan: Disarankan untuk menggunakan mesin TV yang mempunyai Fasilitas pengatur pincushion agar linearitas di kiri-kanan dan atas bawah bisa diatur sebaik mungkin.

Rabu, 25 April 2012

Cara Memperbaiki Aki

Aki memang lambat laun akan mengalami kerusakan. Penyebab kerusakan bisa bervariasi, mulai dari penggunaan yang salah hingga kerusakan alami seperti umur yang memang sudah waktunya untuk rusak. Nah, kalo aki motor anda rusak, apa yang akan anda lakukan ? membuangnya atau menjualnya ketukang loak ? Dalam artikel kali ini saya akan sedikit sharing tentang cara memperbaiki aki yang soak dengan cara yang cukup mudah dan murah.

Tetapi yang perlu digaris bawahi, cara yang akan saya sharing tidak sepenuhnya berhasil, tingkat keberhasilannya tergantung dari kondisi aki itu sendiri. Jika kondisi element didalam aki yang sudah sangat rapuh, atau bahkan banyak yang sudah pada putus, maka kemungkinan tidak akan berhasil. Dengan cara yang akan saya sampaikan disini, berlakuk untuk aki yang kondisinya masih sedikit (cuma sedikit saja sich) bagus, masih ada element (minimal belum pada rontok), dan kerusakannya hanya tidak mau menyimpan arus listrik.

Ciri aki yang tidak mau menyimpan arus listrik adalah ketika anda gunakan lampu rem atau lampu sent, nyalanya sangat redup, bahkan kadang tidak mau nyala sama sekali, apalagi untuk menghidupkan mesin menggunakan starter tangan, jelas merupakan sebuah tindakan yang bodoh sia-sia.

Ok, langsung saja, berikut trik untuk memperbaiki aki yang soak dan tidak bisa menyimpan arus listrik:

   1. Sediakan dulu air sedikit panas (diatas hangat tetapi dibawah panas, he…)
   2. Buka semua penutup cairan aki, kemudian buang semua isinya. Hati-hati kalo bisa jangan sampai kena kulit, karena air aki tersebut bisa menyebabkan gatal yang lumayan.
   3. Setelah terkuras habis, masukan air yang sedikit panas tersebut. Isi setengahnya saja, kemudian tutup semua lubangnya kembali dengan penutup semula.
   4. Kocok-kocok aki tersebut hingga air yang ada didalamnya berubah warna menjadi hitam.
      Tujuan dari pengocokan aki tersebut adalah untuk membuang hasil sisa reaksi yang menempel di element aki dan di dasar box aki. Disamping itu, pemberian air sedikit panas tersebut berfungsi untuk menghidupkan kembali element yang sudah mati atau mati suri (kata orang bengkel gitu)
   5. Jika air yang ada didalam aki sudah terlalu hitam dan pekat, anda bisa membungnya dulu, kemudian mengulanginya lagi dari tahap 3.
   6. Ulangi terus hingga kotoran hasil reaksi yang ada didalam aki bersih (Dasar box aki terlihat tampa ada endapan)
   7. Jika dirasa sudah bersih, maka langkah terakhir, anda bisa memasukan air aki jenis Zuur.
   8. Setelah selesai, pasang aki pada motor anda. Tapi ingat, jangan langsung menggunakan untuk menstarter mesin motor anda, tetapi diamkan dulu sambil motor tersebut digunakan (buat mejeng dan jalan-jalan juga gak masalah). Hal tersebut bertujuan untuk mengisi arus listrik dulu ke aki. Gak perlu ke tukang listrik untuk mengcharge aki tersebut.

Cara diatas berlaku untuk semua jenis aki basah, bisa aki motor, mobil (jika kuat mengocok akinya sich, atau aki-aki yang lain). Tetapi sekali lagi cara diatas tidak semuanya berhasil, kembali lagi ke kondisi aki. Tetapi walaupun tidak semua kondisi aki bisa diperbaiki, minimal anda mencobanya, kalo gak jadi bisa anda jual ke tukang loak, kalo jadi berarti keberutungan anda, dari pada beli aki baru, lebih mahal bro harganya. Perbaikan aki dengan cara seperti ini bisa awet sampai dengan waktu 1 tahun, lumayan buat ngumpulin duit untuk beli aki yang baru

Demikian apa yang bisa saya share, semoga bisa bermanfaat bagi pengunjung semua, terima kasih

Selasa, 24 April 2012

Cara Service Lampu Hemat Energi


Kali ini Kami akan membahas tentang Cara Service Lampu Hemat Energi.Akhir-akhir ini banyak ditemukan para bengkel/teknisi lampu hemat energi,Karena penasaran kami coba googling akhirnya menemukan salah satu blog yang memposting cara Service lampu Hemat Energi

Persiapan Alat Service Lampu Hemat Energi :

   1. Obeng Minus : untuk mencongkel casing lampu
   2. Solder.
   3. Timah / tenol
   4. Multitester / AVO Meter
   5. Kabel secukupnya.

Cara Service Lampu Hemat Energi :

    * Buka Casing Lampu Hemat Energi dengan mencongkelnya menggunakan obeng.
    * Lepas Neon dari rangkaiannya, kemudian test neon dengan menggunakan Multitester. Ada dua kutub pada neon, ukur masing-masing dengan menggunakan batas ukur OHM Meter x1. Kalau neon masih bagus maka masing-masing jika diukur akan menunjukkan angka sekitar 2-8 ohm. Kalau salah satu kutub / ujung  ada yang putus / tidak menunjukkan angka maka berarti neon sudah rusak / putus. Cara mengakali jika neonnya yang putus silahkan baca di bagian bawah.
    * Kalau neonnya bagus, berarti kerusakan ada di rangkaiannya.

Berikut ini beberapa komponen di rangkaian Lampu Hemat energi yang perlu di cek dan diganti kalau rusak :
Mengenai cara cek komponen jika belum tahu caranya silahkan baca di Posting Ini.


   1. Elco Filter setelah dioda bridge, biasanya melembung, ganti dengan elco 10uF / 350-400 volt
   2. Resistor 2,2 - 10 ohm 2 buah ( yang terhubung ke kaki emitor transistor )
   3. Resistor 15 - 20 ohm 2 buah ( yang terhubung ke kaki basis transistor )
   4. Transistor type MJE 13003 : 2 buah
   5. Bila semua komponen itu bagus dan lampu masih mati, ganti saja kondensator tantalum 3,9nF - 4nF/1200volt, walaupun kelihatan tidak rusak. kondensator tersebut berfungsi sebagai starter lampu. (kondensator ini langsung terhubung ke salah satu kutub neon.

Jika Neonnya yang rusak, dan rangkaian Lampu Hemat Energi nya masih OK berikut ini triknya :

   1. Siapkan Neon biasa merk Philips 10-15 watt (harga 6-8 rb) untuk pengganti neon yang rusak.
   2. Hubungkan kedua kutub neon dengan rangkaian sesuai dengan gambar di bawah ini.




Lampu Hemat Energi dengan neon yang sudah dimodifikasi lebih terang

suber link:http://ekohasan.blogspot.com/2011/08/cara-service-lampu-hemat-energi.html

Kamis, 19 April 2012

sekema clone

Menunggu terpejamnya mata malam ini,Dari pada bengong lebih baik bloging aja.walaupun cuaca agak gerah akhirnya satu buah gambar skema akan kami posting.Kali ini skema clone yang terpilih.skema ini kalo tidak salah digunakan untuk efek gitar.bagi yang berminat silahkan download dan kami tunggu reviewnya.
SELAMAT MENCOBA

Selasa, 17 April 2012

Big Power Mosfet

Sekema Big Power Mosfet ini saya temukan waktu searching di internet apa ada yang pernah mencoba?bagi yang pernah nyoba bisa comen dibawah gimana hasilnya?Karena Review dari anda sangat membantu kami.




Senin, 16 April 2012

Sekema FET Tester

Dalam perkembangannya,Dunia elektronik berkembang pesat.dulu Transistor NPN dan PNP sangat di primadonakan lambat laun tergeser dengan Transistor FET. Tapi banyak para hobi-hobi beriku yang belum mengetahui cara ukurnya,ditambah mau beli alat ukurnya sangat menguras kantong.tapi jangan khawatir,dalm kesempatan berikut ini kami dari delta share akan mem-posting sekema / Rangkaian FET tester.
Berikut gambarnya:
Skema yang sangat mudah di buat.Karena hanya menggunakn 5 komponen:
  1. Resistor 470 ohm
  2. Resistor 1k ohm
  3. lampu LED
  4. Bateray 9v
  5. switch push on

Jumat, 13 April 2012

Syarat Utama Memahami Sound System

Bahasa Inggris - Syarat Utama Memahami Sound System

Sebagai Operator Sound kita perlu paham kosa kata Inggris secara lisan ataupun tulisan. Manual peralatan sound dan display dibuat dalam bahasa Inggris. Dengan mengerti Inggris, maka kinerja kita jadi kurang maksimal. Bahkan ada banyak pemecahan masalah yang sebenarnya sudah tercantum di manual bahasa Inggris, tapi kita belum sempat mempelajarinya.  Tips dari saya :
1. Baca manual (terutama mixer, FX rack) di waktu senggang sehingga kita paham karakter dan kelebihan kekurangannya. Terutama bagian Trouble Shooting, apabila ada masalah-masalah.
2. Bawa kamus saku Inggris- Indo sebagai panduan untuk menterjemahkan kata yang sulit.
3. Luangkan waktu menghafal 10-30 kata Inggris / hari terutama kata-kata yang sering muncul di  manual (connect, directly, initial, dsb.). Niscaya perbendaharaan kata kita meningkat pesat. Kalo tidak ada terjemahannya, coba tanyakan pada orang yang lebih tahu.
4. Kalau anda memang sebelumnya tidak paham Bahasa Inggris, beli buku cerita anak berbahasa Inggris sebagai latihan. Cari saja Buku Bekas agar murah. Jangan lupa juga mulai membiasakan nonton film bahasa Inggris tanpa terjemahan - Uki (Facebook: Uki Soundman)   
Catatan : artikel asli sudah diedit oleh koordinator karena keterbatasan ruang. Bila rekan operator membutuhkan artikel asli dapat menghubungi Facebook Pak Uki. Terima kasih

Banyak berdoa sebelum mulai kerja

Suatu saat sekitar tahun 2000an saya mendapat job di Museum Prasasti dari Walikota Jakarta Pusat. Acara Festival Musik SMP-SMA se-DKI menggunakan sound 10.000 watt.
Acara berlangsung besok pagi. Malam sebelumnya kami sudah set dan check sound. Selama proses ini mulai banyak hal yang aneh. Listrik storing, humming, lalu ada crew yang kesetrum ringan (padahal polarity sdh dicek OK. Alat mendadak rewel dan noise padahal sebelumnya tidak masalah.

Menjelang subuh kami pasrah. Yang penting buat kami: sound dan alat band sudah ready semua. Maka kami memutuskan cek sound setelah subuh. Apa kami bisa istirahat ? Ternyata malah beberapa crew melihat penampakan "Noni Belanda Berbaju Putih" di Terrace Hall. Akhirnya kita semua jadi bergadang dan stamina jadi drop waktu acara dimulai.

Yang jelas kita semua lupa berdoa sebelum memulai aktifitas. Sejak itu saya selalu ingatkan crew agar sebelum memulai setting agar berdoa dulu sesuai keyakinan masing2. Tentunya dengan tidak lupa "permisi" dalam hati dengan "penunggu" tempat itu. Percaya atau tidak, kita sendiri pasti marah juga kalau ada orang berisik di depan rumah kita tanpa permisi terlebih dahulu bukan ? - Krisnoegroho Jakarta

Menghilangkan bunyi B, P dan T dalam rekaman

Dalam rekaman vokal, seringkali sang penyanyi menimbulkan ledakan bunyi PLOSIVE tiap kali mengucapkan hurup B, P dan T.
Untuk mengatasi ini, saya menggunakan sebatang pinsil dan meletakkannya di antara bibir vokalis dan mic waktu rekaman. Percaya atau tidak, cara ini sangat ampuh - AJ studio 15

Mixer Digital

Selain banyak kemudahan yang diberikan mixer digital, ada juga beberapa kelemahannya. Kelemahan ini terutama karena kita belum tangkas menangani mixer digital. Belum tangkas tentunya karena kita belum terbiasa dengan menu-menu mixer digital.
Untuk menghadapinya maka saya menyarankan agar setiap kali kita memegang mixer digital kita harus selalu sabar. TIDAK TERBURU-BURU adalah kata kuncinya.  Luangkan waktu yang cukup untuk hanya berduaan dengan mixer. Setting speaker dan tiap channel dengan santai dan tuntas. Sekali kita sudah menyelesaikannya, maka selanjutnya kita tidak perlu repot-repot lagi. Semoga berhasil - Dedy Makassar

Rabu, 11 April 2012

Tips Aqustic Seting Sound System

Pidato tidak jelas karena salah akustik

Pernahkah anda mendengar orang pidato, tetapi sulit atau tidak bisa menangkap apa yang dikatakannya ?
Tidak jelasnya ucapan terutama karena kita sulit membedakan suara pengucapan huruf mati, seperti membedakan "B" dengan "D", dan "P" atau bahkan dngan "T". Atau membedakan "M" dengan "N".
Penyebabnya bisa dari penyetelan equalizer yang terlalu dominan di mid-low (suara bindeng atau mendem), bisa juga dari terlalu banyak reverb, baik dari penyetelan efek ataupun reverb dari ruangan sendiri.
Ruangan dengan akustik yang salah akan sangat berbahaya untuk rekaman. Karena bukan hanya suara penyanyi tidak jelas, tetapi suara alat musik pun akan terpengaruh - benjamin soegiaman

Cek ruangan dengan tepuk tangan

Ada ruangan dimana nada-nada low dominan. Ada pula ruangan dengan suara mid dominan. Lalu ada ruangan dengan suara kombinasi dominan. Bagaimana cara mengetahuinya ?
Beberapa orang menyarankan teknik tepuk tangan. Ini jelas pandangan yang salah. Mengapa ? Karena tepuk tangan hanya bunyi dari 500 Hz ke atas dengan puncak di 1-2 kHz. Tepuk tangan tidak menghasilkan nada  low.
Bila tepuk tangan tidak menghasilkan nada low, bagaimana kita bisa tahu ruangan ini dominan low atau tidak ?
Tepuk tangan hanya berguna untuk menduga besarnya pantulan dalam ruangan tersebut. Besar pantulan ini bisa diukur dengan alat RT-60 untuk mendapatkan hasil yang presisi - JS

Menata akustik yang baik

Sudah pernah mendengar atau mengalami, dimana hasil mixing studio kita berbeda waktu didengar di studio lain ? Jadi lebih gemuk sampai 'blobor' atau sebaliknya. Atau bassnya kopong, mid high tidak sama ? Dan hasilnya juga berbeda waktu kita pindah ke studio yang lain lagi !
Hal itu kebanyakan disebabkan karena karakter akustik masing-masing studio yang tidak sama. Beberapa studio dan gedung pertemuan yang akustiknya betul-betul tertata baik adalah yang benar-benar menghabiskan biaya mahal. Baik biaya konsultan, maupun bahan dan pengerjaannya.
Jadi bagaimana caranya membuat akustik yang standar dan layak pakai ? Tentu saja dengan menata akustiknya dengan baik, sehingga hasil mixingnya bila didengar di tempat lain (termasuk juga didengar di studio bagus) tidak terlalu jauh berbeda.
Kita hanya bisa berusaha sekuatnya dengan budget terbatas. Tetapi jangan kecil hati. Dengan mengetahui masalah yang ada di ruangan, maka anda pasti bisa memecahkannya. Sayangnya pembahasan berbagai masalah akustik ini akan sangat panjang dan perlu contoh / studi kasus. Beruntung saya dengar sudah ada training "Akustik Ruangan". Semoga kelas ini bisa meningkatkan kualitas home studio rekan-rekan. Amin - benjamin soegiaman

Sabtu, 07 April 2012

Skema Audio Prosessor

Dalam postingan kali ini kami share gambar skema Audio Prosessor,atau sering disebt juga BBe.





Rabu, 04 April 2012

seting EQ dan compres bass kick drum

Pernah bertanya-tanya bagaimana menerapkan EQ dan kompresi untuk menendang drum? Menerapkan EQ dan kompresi adalah salah satu hal paling penting yang harus dipertimbangkan saat pencampuran drum tendangan.Sebagai permulaan, tendangan gendang EQ pengaturan dan kompresi tergantung pada genre lagu. Sebagai contoh, kick drum Anda terdengar berbeda di batu dibandingkan musik jazz atau negara. Hal ini karena cara itu telah didekati dalam proses pencampuran audio.Panduan singkat ini lebih menekankan pada pencampuran drum tendangan sehubungan dengan genre berikut:a.) Rock / alternatif / logamb.) Pop dan Negarac.) JazzIni bukan satu-ukuran-cocok-semua solusi dan Anda perlu bereksperimen lebih lanjut tentang pengaturan yang disarankan untuk mendapatkan kick drum terbaik terdengar dari campuran.Tendangan gendang fotoCredits: http://www.flickr.com/photos/chidorian/Disarankan EQ Pengaturan untuk drum Jurus (penargetan rock dan genre musik pop)Menggunakan kualitas tinggi parametrik EQ seperti Gelombang yg terdiri dr ayat EQ, Anda dapat mulai menerapkan EQ pengaturan berikut untuk kick drum Anda:Potong-9dB Q = 3 Pusat Frekuensi = 400HzMeningkatkan 9dB Q = 1,4 Pusat Frekuensi = 100HzPotong-6dB Q = 1,4 Pusat Frekuensi = 50HzTujuan harus memotong-9dB pada 400Hz adalah mengurangi suara kardus drum dan membuat drum bass lebih terdengar. Tentu saja karena Anda mencampur untuk musik rock dan pop, suara bass berat gitar harus menempati frekuensi bass sub (kurang dari 100Hz). Untuk meningkatkan kejernihan suara gitar bass, kick drum dipotong di-6dB, Q = 1,4 pada frekuensi 50Hz.Di batu dan genre pop, gitar bass dan kick drum harus benar dicampur. Ini akan meningkatkan pukulan dan kejelasan keseluruhan frekuensi bass Anda (yang kombinasi drum tendangan dan gitar bass.)Hal ini sangat penting Anda juga harus memperhatikan di gitar bass pencampuran dengan benar untuk mendapatkan suara yang bagus dari kick drum Anda.EQ pengaturan untuk kick drum dalam campuran musik countryDalam musik country, tujuan keseluruhan dari campuran adalah untuk menyampaikan pukulan lebih kuat di kick drum dan untuk membuat gitar bass lebih pasti daripada membuat terdengar berat seperti di batu dan musik alternatif.Dalam hal ini, gitar bass dicampur di atas kick drum dalam banyak kasus. Saya akan merekomendasikan pengaturan EQ berikut:Tendang menghidupkan:+6 DB dorongan pada 80Hz Q = 1,0Rak rendah filter pada 50Hz,-3dB penguranganBass gitar:Rak rendah filter pada 150Hz-6dB3 dB di 200Hz doronganPenjelasan pengaturan EQ di atas:Seperti yang Anda telah mengamati, gitar bass berkurang pada rentang frekuensi sub-bass dengan memotong menggunakan filter rak rendah mulai dari 150Hz. Jadi bass sub-akan terutama terdiri dari tendangan menghidupkan frekuensi fundamental. Jika Anda tidak tahu bagaimana menentukan frekuensi ini mendasar Anda mungkin ingin membaca tutorial ini pada frekuensi alat analisis rentang musik.Paku tendangan drum bertujuan untuk berada di 80Hz dan gitar bass ini berpusat di 200Hz. Hasil campuran ini adalah bahwa kick drum muncul kuat di sub-bass sedangkan catatan bass gitar masih memberikan alur yang diperlukan dalam campuran (bass catatan jelas terdengar bahkan di speaker lebih kecil karena dorongan pada 200Hz).Suara gendang tendangan yang dihasilkan sangat umum dalam genre musik country.EQ pengaturan untuk kick drum dalam musik jazzDalam musik jazz, suara kombinasi tendangan drum dan bass gitar berbeda dibandingkan dengan musik pop, rock dan negara.Misalnya, adalah normal untuk musik jazz untuk memiliki tidak lengkap sub-bass frekuensi gitar sebagai bassis dan drummer jazz cenderung menjadi instrumentalis / solois sehingga mereka akan selalu bermain solo / catatan ditekankan sepanjang waktu (bukannya bermain kesamaan waktu / irama aspek). Dan tujuan utama dari proses tendangan gendang suara pencampuran adalah untuk memberikan kejelasan untuk kedua instrumen.Berat tidak penting dalam jazz sehingga akhir rendah dapat sepenuhnya dikurangi untuk memberi jalan kepada suasana dan kejernihan suara. Anda dapat memulai dengan:Tendang menghidupkan:Rendah rak-6dB di 70HzPotong-9dB Q = 3 Pusat Frekuensi = 400HzMeningkatkan +3 dB pada 150HzMeningkatkan +3 dB pada 2000HzBass gitar:Rendah rak-6dB di 200HzMeningkatkan +3 dB pada 400HzMeningkatkan +3 dB pada 800HzSeperti yang Anda telah mengamati, paku tendangan drum akan terdengar seperti "gedebuk" daripada harus ledakan / suara dalam umum di rock dan musik pop. Dorongan dari 3 dB dapat diubah ke +4 dB atau sebagainya (mari +6 dB menjadi maksimum), sampai Anda dapat mendengar suara tendangan jelas.Jika Anda ingin tahu panduan EQ pengaturan untuk semua instrumen Anda dalam campuran di satu sekilas, Anda bisa merujuk ke tutorial ini: Lengkap EQ pengaturan untuk Mulai ketika melakukan Audio Mixing.Disarankan Kompresi Pengaturan untuk JurusSecara pribadi dalam proyek-proyek saya sendiri produksi musik, saya tidak kompres drum tendangan sering dalam campuran karena mengompresi dapat mengurangi kekuatannya selama tahap mastering. Namun jika Anda perlu untuk kompres drum tendangan, Berikut ini adalah saran:1.) Set kompresi rasio sekitar 4:12.) Mengatur waktu rilis ke 100ms.3.) Set waktu serangan ke <50ms untuk memiliki suara tendangan thumpy atau mengatur waktu serangan ke> 70ms (misalnya 75ms) untuk memiliki suara tendangan gendang lemak.4.) Set ambang untuk 1/6 dari tingkat puncak tendangan gendang maksimal. Jadi jika puncak maksimum dari kick drum Anda adalah-6dB set ambang ke-30dB di kompresor Anda.Ini adalah screenshot contoh dari kompresor (Gelombang C1 Komp mono) menggambarkan tendangan pengaturan khas kompresor drum (untuk suara tendangan lemak):
Lemak Drum pengaturan kompresi tendanganBerikut adalah beberapa tutorial terkait penting yang berkaitan dengan kompresi:a.) Snare Kompresi-Bagaimana Perubahan suara Drum dengan Pengaturan yang berbeda - lihat bagaimana perubahan suara snare drum dengan kompresi. Anda dapat menerapkan konsep yang sama dengan drum tendangan.b.) Bagaimana Kompresor Attack dan Pekerjaan Rilis? - Serangan dan rilis kali adalah salah satu parameter yang paling penting dalam kompresi yang dapat memiliki dampak yang signifikan pada suara kick drumc) Audio Compression tips -. panduan umum pada penekanan unsur yang berbeda dalam campuran.

Pdf Editor dan Converter


Sebelum kita posting lagi mengenai skema,sound system atau elektro yang lain,dalm kesempatan kali ini akan kami share cara edit dan converter pdf.Tentu agan agan semua pernah memperoleh file gambar atau tulisan berformatkan pdf tapi agan gak bisa mengedit atau merubahnya.dalam kesempatan ini kami akan berbagi sedikit ilmu/trik tentang edit dan convert file pdf.
Cara yang kami gunakan adalah menggunakan sofware PDF SUIT.Mungkin agan semua udah mengenal sofware ini.Bagi kami tim Delta Share menggunakan sofware ini sangat memuaskan,sofware ini dapat digunakan untuk:
  1. Edit
    Yaitu mengedit tulisan/gambar yang berada di pdf.
  2. Convert
    untuk convert sofware ini dapat mengubah:
    • Pdf ke Office atau sebaliknya
    • Pdf ke Image/gambar dan sebaliknya
    • Pdf ke Html dan sebaliknya
    • Pdf ke text documen dan sebaliknya
Selain diatas masih banyan fitur fitur lainnya,tentu layak dicoba......
Untuk download :
PDF SUIT
Patch PDF SUIT

selamat mencoba :D

Pengetahuan Microphone Bagi Sound Operator

  Kita lanjutkan postingan mengenai tips operator,dalam kesempatan ini postingan yang kami share tentang pengetahuan mengenai michrophone,walaupun dalam bagian Sound System telah diterangkan dalam judul bagian-bagian sound system......

Condenser diagframa besar lebih baik ?

Orang-orang menyangka bahwa perbedaan ukuran diaframa mic condenser akan menghasilkan perbedaan karakter sound. Memang benar bahwa nada-nada low dan cakupan frekuensi (frequency response) bisa menjadi lebih baik, tetapi sebenarnya keuntungan utamanya hanyalah berupa sound yang lebih keras.
Mic condensor berdiaframa besar menghasilkan bunyi lebih keras dibandingkan yang kecil. Sound lebih keras berarti tidak butuh banyak Gain di mic. Sedikit Gain juga berarti bahwa bocoran suara akan lebih sedikit, sekaligus noise dari pre-amp juga akan lebih kecil. – www.PCMus.com

Rahasia impedansi Mic dan Pre-Amp

Menyesuaikan impedansi (tahanan / resistor) mic dan pre-amplifier sering di salah-artikan. Mic dan pre-amp dengan impedansi sama belum tentu menghasilkan bunyi yang memuaskan. Mari kita pelajari lebih lanjut hal ini.
Setiap mic memiliki impedansi output tertentu. Begitu juga setiap pre-amplifier memiliki impedansi input tertentu. Simbol untuk impedansi ini adalah Z. Karena itu kata-kata Hi-Z dapat digunakan untuk impedansi mic dan impedansi pre-amp (Pemain gitar sangat familiar dengan Hi-Z ini).
Di lapangan, impedansi input pre-amp sangat mempengaruhi bunyi sound yang akan direkam. Ini sebenarnya adalah hasil dari interaksi output impedansi mic vs input impedansi pre-amp, yang kemudian menyebabkan perbedaan karakter bunyi seolah-olah seperti di-EQ. Interaksi ini berjalan dengan cara unik, terutama bila terjadi antara mic desain khusus seperti Neumann U87. Neumann U87 akan menghasilkan karakter bunyi unik bila dipertemukan dengan pre-amp Focusrite Red 7.
Beberapa pre-amp memiliki fasilitas untuk memilih impedansi nya seperti :
- Focusrite ISA 428 Pre Pack dengan 4 pilihan impedansi (600Ω, 1k4Ω, 2k4Ω, 6k8Ω)
- Summit Audio 2 BA-221 dengan tombol pilihan impedansi dari 100Ω-10kΩ
Menyesuaikan impedansi mic dan pre-amp hingga bernilai sama kurang disukai karena akan mengurangi level dan rasio signal to noise (S/N) hingga 6 dB. Untuk mic dynamic dan condensor, input impedansi pre-amp yang disukai biasanya 10 kali lipat impedansi output mic.
Lakukan eksperimen dengan mengubah-ubah input impedansi pre-amp anda. Anda tidak akan merusak mic ataupun pre-amp melalui eksperimen ini. Tetapi kemungkinan besar anda akan mendapatkan karakter sound yang anda cari – www.sweetwater.com

5 tipe Microphone

Bunyi adalah hal ajaib. Berbagai bunyi yang kita dengar disebabkan oleh perbedaan tekanan udara yang berubah tiap detik. Yang menakjubkan adalah udara meneruskan perbedaan tekanan itu dengan sangat akurat, bahkan dalam jarak jauh.
Microphone pertama dibuat dengan cara menempelkan sebuah diagframa besi ke sebuah jarum, dan jarum ini menggoreskan sebentuk pola ke sepotong foil metal. Bila kita berbicara, maka tekanan udara yang dihasilkan akan menekan diagframa besi tersebut, yang kemudian menggerakkan jarum, yang kemudian direkam di atas metal foil. Bila kita menempatkan jarum kembali di atas metal foil, maka goresan di atas metal foil tersebut akan menggerakkan jarum, dan kemudian menggerakan diagframa lagi, yang akhirnya menciptakan bunyi yang persis sama. Sebuah cara reproduksi suara yang sangat mekanis !
Microphone modern mencoba untuk melakukan hal yang sama, tetapi dengan cara elektris. Sebuah mic kini menangkap berbagai variasi tekanan udara dan mengkonversinya menjadi sinyal elektrik. Hingga saat ini, telah berkembang 5 macam teknologi konversi ini, yaitu :
Mic Carbon. Mic yang paling tua dan sederhana ini menggunakan debu karbon. Teknologi ini digunakan di telepon yang pertama dibuat hingga telepon modern saat ini. Tekanan udara terhadap diagframa akan mengubah-ubah aliran listrik di debu karbon, yang kemudian mengubah-ubah resistansi listrik, dan akhirnya mengubah-ubah aliran listrik yang mengalir.
Mic Dynamic. Mic jenis ini memanfaatkan efek elektromagnet. Waktu sepotong magnet bergerak melintasi sebuah kawat (atau koil kawat), magnet tersebut akan mempengaruhi aliran listrik di kawat. Dalam mic dynamic, tekanan udara menggerakkan diagframa, yang kemudian menggerakan magnet atau koil dan menghasilkan listrik kecil.
Mic Ribbon. Dalam mic ribbon, sepotong pita tipis (ribbon) digantungkan di medan magnet. Tekanan udara akan menggerakkan pita dan mengubah aliran listrik di medan magnet tersebut.
Mic Condensor. Mic ini menggunakan kapasitor, dimana satu sisi plat kapasitor bergerak sesuai tekanan udara. Pergerakan ini akan mengubah kapasitansi kapasitor dan perubahan ini akan diperkuat untuk menghasilkan sinyal yang kuat. Mic condensor biasanya membutuhkan baterai untuk menghasilkan aliran listrik di kapasitor.
Mic Crystal. Mic ini memanfaatkan sifat kristal yang mengubah aliran listrik sewaktu sang kristal berubah bentuk. Dengan menempelkan diagframa di kristal, maka sang kristal akan mengubah aliran listrik waktu tekanan udara mengenai diagframa - www.electronic.howstuffworks.com

Mengambil suara Orkestra / Paduan Suara


Dalam merekam orkestra secara live, adalah lebih baik dan mudah menggunakan sistem stereo mic (2 mic) daripada banyak mic. Banyak mic akan menimbulkan kesulitan mixing. Kecuali anda memiliki jam terbang yang tinggi dan terbiasa dengan bunyi orkestra, maka me-mix stereo mic akan jauh lebih mudah dibandingkan banyak mic.
Ruangan tempat orkestra bermain juga bervariasi dari kering hingga luber reverb, karena itu saya menyarankan tiga teknik micking stereo berikut :
- teknik ORTF untuk ruangan dengan reverb luber.
- teknik Decca-Tree untuk ruangan bersound indah dengan reverb pendek.
- teknik XY untuk ruangan dengan reverb sedang.       

Teknik ORTF : tempatkan mic ala ORTF dengan posisi 1,2–2 meter di belakang Dirigen / Conductor. Posisikan mic 2 meter di atas panggung dengan posisi miring ke bawah 5 derajat. Teknik ini akan mengurangi bunyi ambience ruangan.
Teknik DECCA-TREE : gunakan 3 mic omni dengan gain mic tengah -5dB dibandingkan 2 mic lainnya. Letakkan persis di belakang Dirigen.
Teknik XY : gunakan 2 mic cardioid dengan posisi 2 meter di belakang Dirigen. Posisikan mic di atas panggung dengan posisi miring menghadap ke bawah 5 derajat.
Selama cek sound pastikan agar suara terkeras orkestra berada di -6 dB, karena biasanya waktu tampil, para pemusik akan main lebih keras dibandingkan waktu cek sound, sehingga anda terhindar dari peak - Georq Burdicek 

Miking Stereo ORTF

Teknik ini pertama kali digunakan tahun 1960 an oleh Office de Radiodiffusion Télévision Française (ORTF) untuk menangkap suara stereo. Teknik ini menggunakan 2 buah mic cardioid yang ditempatkan dengan jarak 17 cm (jarak umum antara kedua telinga manusia) dengan  sudut 110 derajat.
Teknik ini sangat baik digunakan untuk menangkap bunyi mini grup musik yang sudah terbalance dengan baik (cth : orkestra, paduan suara besar, dsb.) - dari wikipedia

Teknik Blumlein

Ingin mendapatkan suara stereo ruangan (ambience) dalam rekaman anda ? Coba teknik mic stereo Blumlein yang diciptakan Alan Dower Blumlein tahun 1931. Walaupun usianya sudah lanjut, tapi teknik ini masih sangat efektif dalam menangkap bunyi ambience ruangan.
Teknik ini menggunakan dua buah mic Figure 8 (bi-directional) dengan posisi mirip seperti teknik XY, yaitu bersilangan 90 derajat satu dengan yang lainnya.
Salah satu aplikasi teknik Blumlein ini adalah dengan meletakkannya di atas pemain drum, dengan moncong mic mengarah ke drumnya. Kita akan mendapatkan sound yang si pemain dengar melalui cara ini – EQ Magazine

Mic dynamic dalam rekaman ?

Rekaman vokal tidak harus selalu menggunakan mic condenser. Pertimbangan untuk menggunakan mic dynamic patut diperhitungkan bila kita menghadapi terlalu banyak bunyi plosive B,P, dan T dan bunyi sibilance S, dan J dari si artis.
Beberapa pembicara voice-over menyukai mic dynamic EV RE-20 and SM-7 dalam rekaman. Bahkan Bono – vokalis U2 sering menggunakan SM-58 untuk merekam seluruh vokalnya di studio. Kenapa ragu menggunakan mic dynamic ? – Hal Robertson

Penempatan Mic untuk Grand Piano

DPA microphone, salah satu produsen mic terbaik dunia, menyarankan beberapa teknik pengambilan suara grand piano untuk hasil yang baik.
Hal utama yang harus diperhatikan untuk merepro suara grand piano yang baik adalah titik balance dari rasio hammer (pemukul) ke wood (kayu) dalam grand piano.
Tempatkan mic di atas hammer piano lalu geser pelan-pelan ke arah pinggir kayunya. Pilih titik dimana bunyi piano terdengar paling baik. Disitulah titik balance terbaik dimana mic harus ditempatkan.
Kadang-kadang titik balance ini berada di luar piano. Gambar A memperlihatkan penangkapan titik balance di luar piano dengan sepasang mic omni.
 
Bila kita menggunakan mic cardioid, maka seting ORTF (Gambar B) dan seting XY (Gambar C) juga bisa dijadikan acuan untuk mendapatkan suara grand piano yang baik.

Pilihan teknik miking lainnya yang disukai adalah dengan 2 mic omni yang ditempatkan di atas tuts piano (Gambar D). Jaga agar diagframa (moncong) mic harus saling menghadap satu dengan lainnya. Cari ketinggian yang paling baik suaranya.
Selamat mencoba – disadur dari dpamicrophones.com

Phantom Power (Tenaga Hantu) ?

Phantom Power adalah nama panggilan untuk arus listrik 48 volt yang diperlukan untuk membuat mic Condenser / Capacitor bekerja. Kata "Phantom" yang artinya "hantu" sangat sesuai karena memang kita tidak bisa melihat Power Supply -nya. Power Supply nya bisa ada di dalam MIXER dan tidak membutuhkan tambahan kabel untuk menyalurkan nya ke microphone.
Kata "Phantom" sendiri sesuai karena tidak akan terjadi perbedaan voltase diantara 2 conductor sinyal mic - kecuali jika microphone yang digunakan memang dirancang untuk menerima 48 volt. Sebuah microphone yang tidak di desain untuk menerima Phantom Power tidak akan mengenali adanya arus 48 volt ini (sepanjang mic tersebut memiliki output transformer yang umum).
Pada awalnya, mic Capacitor / Condenser dibuat sekaligus dengan Power Supply nya. Jadi bila kita menggunakan 10 mic Capacitor, maka kita juga harus menginstalasi 10 buah Power Supply nya. Tapi sejak 1966, Norwegian State Television ingin mengubah kebiasaan ini dengan memanfaatkan sistem listrik 48 volt yang kebetulan dimiliki Norwegia.
Pabrik mic Neumann menanggapi kondisi ini dengan menciptakan Neumann K84, mic Condenser pertama yang mendapatkan tenaga dari sistem listrik DC 48 volt dan bukannya dari Power Supply sendiri. Sejak itulah teknik Phantom Power digunakan. - RecordProducer.com

Menangkap suara ikan Paus ?

Tahukah anda, bahwa ada mic yang dapat menangkap suara di bawah permukaan air ?
Mic DolphinEAR Hydrophone dapat ditanam di bawah air hingga kedalaman 100 meter selama jangka waktu yang panjang untuk memonitor suara bawah laut (paus, lumba-lumba, kapal selam, suara orang dari kapal, dsb)
Mic ini juga dapat juga ditanam di dalam es untuk menangkap suara lomba ice-skating. Mic ini juga dapat ditanam di dalam tanah untuk mendengar bunyi vibrasi gedung, atau bunyi hewan dalam tanah, atau bunyi kendaraan yang lewat.
Mic ini bukan mic Condensor, dengan pola penangkapan suara omni-directional  dan dapat menangkap range frekuensi 15 Hz - 20kHz
Anda tertarik menempatkan lagu lumba-lumba sebagai sound-effect  ? - dolphinEar.com

Mic biola dan saxophone


Bruce Bartlett, pengarang “Practical Recording Techniques” menyarankan kita untuk mengambil suara biola dengan menempatkan sebuah mic condenser yang flat dengan jarak 30-70 cm di atas, Bila suara nya terlalu mid, maka geser mic agak ke samping.
Untuk sax, tempatkan sebuah mic condenser / dynamic flat sedikit di atas corong dan kira-kira sejauh 45 cm dari corong. Mic diletakkan menghadap sisi kanan pemainFocal Press

Frekuensi wireless mic

Federal Communications Commision (FCC / Badan pengatur gelombang komunikasi Amerika)  kini mulai memaksa stasiun televisi untuk berpindah ke jalur televisi digital.
Bila hal ini benar terjadi, maka efeknya akan sangat besar bagi pengguna mic wireless. Sampai saat ini, masih banyak wireless mic dengan frekuensi UHF yang jatuh di antara 746-806 MHz, dimana frekuensi ini juga digunakan oleh televisi.
Orang yang teliti biasanya mencoba memonitor frekuensi radio lokal dengan wireless mic mereka untuk mengetahui frekuensi apa saja yang bebas dari interferensi radio, tetapi di masa mendatang akan lebih sulit lagi dengan munculnya tv digital.
Efek interferensi ini juga akan meningkat bila baterai mic melemah. Telitilah dalam memilih wireless mic – Jeff Harrison

Mic cardioid bisa berubah menjadi mic omni !

Phase cancellation adalah kunci dari polar pattern mic. Mic bekerja dengan menggunakan diaphragma yang bergerak sesuai tekanan suara. Waktu suara menekan diphragma depan, maka diaphragma akan bervibrasi dan menghasilkan energi listrik yang kemudian menjadi sinyal audio.
Waktu suara menekan diaphragma bagian belakang mic, maka hal yang sama akan terjadi tetapi dalam gerakan yang terbalik dengan diaphragma depan. Maka terjadilah phase cancellation. Dengan mengontrol berapa banyak suara yang menekan diaphragma depan dan belakang, maka berbagai polar pattern mic dapat diciptakan.
Bila energi suara yang menekan diaphragma depan 100% sama dengan yang menekan diaphragma belakang, dan keduanya bergerak searah, maka terciptalah polar omni.
Bila sang penyanyi melingkari telapak tangan nya di sekeliling mulut mic cardioid, maka tangan tersebut akan menghalangi suara masuk ke diaphragma belakang. Jadi hanya diaphragma depan saja yang bergerak. Maka terciptalah polar omni dari mic cardioid tersebut. Kini mic cardioid kita yang tidak rawan feedback menjadi rawan terhadap feedback. Selamat bersenang-senang ! – Peter L. Janis

Wireless UHF atau VHF ?


Banyak orang berpandangan salah dengan menganggap bahwa teknologi wireless UHF (Ultra High Frequency = 300 – 3000 MHz) lebih baik daripada VHF (Very High Frequency = 30-300 MHz), padahal keduanya sama saja.
Memang frekuensi UHF lebih tinggi sehingga membutuhkan beberapa komponen yang khusus dan mahal, sehingga kemudian wireless UHF dianggap lebih canggih. Tetapi UHF sangat boros energi.
Dengan gelombangnya yang tinggi dan lebar, UHF menawarkan lebih banyak pilihan. Bila anda menggunakan banyak wireless di satu tempat, maka UHF adalah pilihan yang baik karena anda dapat memisahkan semua gelombang wireless yang ada. Selain itu UHF lebih baik menembus rintangan tembok dan sebagainya.
Tetapi bila anda tidak memerlukan banyak wireless di satu tempat, maka VHF adalah pilihan yang tepat karena lebih hemat baterai dan dapat menjangkau lebih jauh karena gelombangnya rendah. Wireless dan receiver VHF tidak perlu saling ‘terlihat’ satu sama lain.
Jadi, VHF lebih hemat harga dan tidak boros baterai, tetapi lebih sedikit pilihan gelombangnya dibandingkan UHF - dari berbagai sumber

Senin, 02 April 2012

Trik Operator Sound System

 Pengetahuan yang harus di miliki oleh seorang sound system operator sangatlah banyak,Tim Delta share berusaha memberikan sedikit ilmu yang kami pelajari dari para sound operator yang telah senior.

RT60 untuk studio

Reverb Time (RT) didefinisikan secara umum sebagai “waktu yang dibutuhkan oleh suara untuk menghilang sepenuhnya”. Pengukuran yang biasa digunakan adalah RT60, yaitu waktu yang dibutuhkan hingga suara berkurang 60dB.
RT yang ideal bervariasi tergantung ukuran dan material ruangan. Tetapi umumnya adalah 0,3 detik. Di dalam studio, RT untuk pidato yang baik adalah berkisar 0,2-05 detik, sedangkan untuk musik klasik sebaiknya berkisar 0,6-0,8 detik..
Dalam desain studio, sebaiknya RT frekuensi mid sekitar 0,3 detik. Sedangkan untuk frekuensi low dan high boleh lebih panjang sedikit. – Paul White

Desain Box Speaker

Speaker box dengan dinding non-paralel (berhadapan tegak lurus) memiliki masalah yang lebih sedikit dibandingkan dengan yang berbentuk persegi sempurna. Tetapi para pembuat box menyukai box paralel karena penanganan dan konstruksinya lebih mudah.
Bila harus membuat box dalam bentuk persegi sempurna, maka gunakan rasio perbandingan dimensi box 0,62 : 1 : 1,62. Rasio ini adalah “RASIO EMAS” sejak jaman purba. Rasio ini memastikan bahwa semua gelombang frekuensi suara akan beresonansi sempurna di dalam box. – KBapps.com

X-over

Speaker memproduksi beragam gelombang suara dengan bergerak 60 kali maju mundur per-detik untuk menghasilkan frekuensi rendah, hingga 20.000 kali maju mundur per-detik untuk menghasilkan frekuensi tinggi.
Ini adalah kerja keras yang luar biasa, tetapi speaker melakukannya setiap kali memainkan musik. Alat yang mengatur kerja speaker agar bergerak cepat dan bergerak lambat adalah driver. Itu sebabnya mengapa boks speaker dilengkapi driver spesialis treble untuk menggerakkan tweeter, dan driver spesialis bass untuk menggerakkan sub-woofer. Jadi pekerjaan utama cross-over (X-over) adalah membagi-bagi frekuensi dan mengirimkannya ke driver yang sesuai.
Tetapi X-over bekerja lebih lagi. Driver speaker membutuhkan banyak bantuan. Mereka sensitif terhadap beberapa frekuensi, sehingga proses ekualisasi (EQ) akan sangat bermanfaat bagi mereka. Tweeter juga lebih sensitif dari woofer dan butuh di-seimbangkan (balance) dengan woofer agar tidak terlalu keras. Karena itu, tugas kedua X-over adalah untuk memanipulasi sinyal yang dikirimnya ke driver sehingga :
-Sinyal dalam frekuensi sesuai dengan tiap driver sehingga suara yang dihasilkan maksimal
-Driver-driver yang berdekatan berbagi tugas dengan sesuai (tweeter tidak mengambil jatah frekuensi woofer, woofer tidak mengambil jatah frekuensi sub-woofer, dst.)
-Output driver yang berbeda-beda diseimbangkan sehingga menghasilkan kekerasan sama.
Masih ada lagi ! X-over mempengaruhi timing (waktu) bunyi driver sehingga sesuai dengan bunyi driver lainnya. Sungguh sebuah kerja keras ! - www.aperionaudio.com

Kerja Crossover (X-over)

Crossover membentuk sejumlah frekuensi untuk tiap driver speaker dengan tiga jenis filter : Kapasitor, Koil (Induktor) dan Resistor. Mari kita lihat apa kerja masing-masing filter ini.
Resistor : Bila ampli mengirim 10 watt power ke 8 ohm tweeter, dan kita menempatkan 8 ohm resistor secara seri di antaranya, maka power yang tiba di tweeter hanyalah 2,5 watt. Karena dengan resistor seri @ 8 ohm, maka tegangan akan menurun jadi 5 watt. Kemudian power sebesar 2,5 watt akan digunakan oleh resistor, jadi tweeter hanya mendapatkan sisa tenaga 2,5 watt dari sumber 10 watt power ampli. Sudah jelas kekerasan akan berkurang 6 dB (Ingat rumus : bila daya berkurang separuh, maka terjadi penurunan 3 dB).
Kapasitor dan Induktor : Sebuah kapasitor yang ditempatkan secara seri dengan speaker, akan memblokir frekuensi rendah dan melewatkan frekuensi tinggi. Sebuah induktor berfungsi sebaliknya. Blokir frekuensi akan terjadi secara berangsur-angsur (roll-off) dalam bentuk penurunan 6dB/oktaf (1st order), 12dB/oktaf (2nd order), atau 3rd order (18 dB/oktaf), atau yang curam 4th order (24 dB/oktaf). Karakter penurunan ini dibedakan atas jenis Bessel, Butterworth, Linkwitz-Riley. Butterworth terkenal lembut, Linkwitz-Riley memotong tajam, sedangkan Bessel memiliki karakter phase-shift yang unik
Desain crossover bukanlah hal yang mudah. Sangat-sangat sulit. Tetapi ingat rahasia utama para desainer speaker “Bukan teori yang penting, tetapi bunyi speaker yang penting”. Desainer bermain-main dengan berbagai tombol crossover hingga menghasilkan bunyi yang diinginkan. Walaupun demikian, pengetahuan teori juga mempengaruhi kelihaian bermain-main ini. Tetapi proses utamanya adalah secara berulang-ulang “memainkan tombol - mendengarkan” hingga speaker kita mendapat acungan jempol aperionaudio.com dan ASG EAW.com

RMS vs PMPO

RMS (Root Mean Square) dan PMPO (Peak Music Power Output) sama-sama menunjukkan power rating, namun keduanya tidak dapat diperbandingkan. Selain tidak ada standard pengukuran PMPO yang baku, metode pengukurannya juga berbeda-beda.
Namun sebagai ancar-ancar biasanya power PMPO adalah mark up 20 sampai 40 kali lebih besar dibandingkan power RMS. Jika tertulis 1000 W PMPO bisa saja power sebenarnya sama dengan 25 W - 50 W RMS.
Pencantuman power rating tentu saja untuk menunjukkan sampai dimana kemampuan tingkat kebisingan yang bisa dihasilkan. Tentu ini hanyalah sebuah angka yang menunjukkan kemampuan maksimum perangkat audio tersebut.
Jika dianalogikan dengan mobil, ini tidak beda dengan catatan spesifikasi kecepatan yang tertera dapat mencapai 220 km/jam. Namun apakah kecepatan maksimum demikian bisa tercapai, adalah hal yang lain. Tentu bisa tercapai dengan syarat kondisi-kondisi tertentu. Jalan aspal lebar dan mulus, tidak ada tanjakan, mesin masih baru, bahan bakar dengan oktan tinggi, oli yang tepat, grip serta tekanan ban ideal, suhu mesih ideal, berat mobil efisien, ringan dan ideal, lalu cuaca harus cerah, tidak ada angin apalagi hujan dan yang penting lagi pengemudinya harus punya nyali sekelas pembalap formula 1. Kalau tidak, mobil paling pol dapat dipacu mencapai 140 km/jam dan ini juga sebenarnya sudah mendebarkan.
Demikian juga dengan sistem audio, dengan volume yang sedang-sedang saja dengan alunan yang harmonis kiranya anda sudah cukup puas. Belum tentu anda tega meng-umbar volume audio anda sekencang-kencangnya sampai kaca-kaca jendela rumah anda pecah semua – disadur dari www.audiorakitan.com

Subwoofer elektrostatik pertama

Subwoofer elektrostatik dikembangkan pertama kali tahun 1960 an oleh Ken Kreisel, untuk mengatasi komplain pelanggan di toko high end “Miller Kreisel (MK)” yang dimilikinya bersama Jonas Miller di Los Angeles. Para pelanggan komplain karena mereka merasa kehilangan nada-nada rendah di speaker elektrostatik buatan MK.
Penggunaan subwoofer untuk rekaman pertama kali dilakukan tahun 1973 dalam mixing album Steely Dan “Pretzel Logic” dengan operator Roger Nichols. Subwoofer dipesan oleh Walter Becker dan Donald Fagen dari tim Steely Dan. Sejak saat itu Sattelite Subwoofer MK laris dipesan banyak studio rekaman dan digunakan sebagai sistem referensi utama studio. Beberapa pelanggan sistem audio MK sistem audio adalah rumah produksi audio film Dolby, DTS, dan THX.
Subwoofer biasanya menampilkan nada 20 – 200 Hz melalui cone speakernya. Pemisahan stereo sangat sulit didengarkan di subwoofer karena karakter nada low yang omni-directional. Itu sebabnya Audio System biasanya hanya menjual satu subwoofer + beberapa speaker mid high. Nada low hanya bisa terasa terpisah dalam bentuk earphone MKsoundsystem. com dan cramster.com

Mana lebih nonjok : 1 buah Sub 21inch atau 2 buah Sub 18inch ?

Ini sebuah pertanyaan yang populer dan sulit dijawab dengan sangat tepat. Ada banyak faktor berpengaruh seperti : power amplifier, jenis, dan ukuran box speaker. Tetapi secara umum, dengan power yang cukup, dua buah akan berbunyi lebih jernih dan menonjok lebih kuat karena kombinasi dua cone akan menghasilkan tekanan udara lebih besar. Bagaimanapun juga, sub 21 inch akan bersuara lebih deep (dalam) – Bill Crutchfield

Instalasi Speaker Double Voice Coil

Speaker Double Voice Coil (DVC) adalah speaker dengan 2 gulungan coil di atas former yang sama. Mereka diletakkan saling bertumpang-tindih dengan terminal yang berbeda. 
Keuntungan utama speaker DVC adalah semata-mata di fleksibilitas pemasangan kabelnya. Speaker DVC memiliki alternatif instalasi seri, paralel, dan independen.
Speaker DVC lebih banyak digunakan di sistem Car/Home audio karena kebanyakan amplifier audio tipe ini tidak dapat monobridge. Jadi kekuatan ampli dapat disatukan di monobridge melalui instalasi speaker DVC.
Keuntungan lainnya adalah speaker dapat diubah-ubah hambatannya. Bila tadinya speaker SVC (Single Voice Coil) hambatannya 8 ohm, maka di speaker DVC (masing-masing Coil 4 ohm) dapat diubah jadi 2 ohm (bila sistem kabel paralel) atau menjadi 8 ohm (bila sistem kabel seri).
Dengan dimungkinkannya fleksibilitas kabel dan hambatan ini, maka kini dimungkinkan untuk merangkai beberapa speaker menjadi satu dengan power yang sama, sehingga didapatkan performa speaker yang lebih baik – JL Audio Inc.

Surround Sound

Sistem Surround sudah ada lebih dari 60 tahun. Jaman tahun 1930an film selalu menggunakan 3 channel tabir suara (Left-Center-Right) hasil riset Bell Labs. Pada tahun 1941 Disney dalam film Fantasia nya menyajikan tambahan speaker di belakang. Jadi ada 4 speaker sekarang.
Sistem 4 channel LCRS (Left-Center-Right-Mono Surround) meluas penggunaannya setelah Dolby Stereo menjadi sistem standar film tahun 1960an.
Dengan berkembangnya teknologi digital di tahun 1980an, jumlah surround channel ditambah jadi dua dan ditambah subwoofer LFE (Low Frequency Effect). Kini semuanya menjadi 6 channel dengan sistem Surround 5.1. Di akhir 1990an, Sony telah menciptakan sistem surround 7.1.
Dalam surround system, semua speaker di low-cut pada 80 Hz. Sedangkan LFE di high-cut pada 120 Hz dengan penambahan headroom 10 dB.
Keuntungan sistem surround dibandingkan sistem stereo 2 speaker adalah : tidak ada lagi yang dinamakan sweet-spot (titik dimana suara terdengar paling jelas dan enak). Seluruh ruangan menjadi sweet-spot sekarang.
Selain itu, penempatan speaker tidak lagi menjadi krusial. Di sistem stereo, pergeseran speaker sedikit saja akan membawa banyak perbedaan. Hal ini tidak terjadi di sistem surround – Bobby Owsinski “Mastering Handbook”

Perhitungan SPL berbahaya

Frekuensi yang berbahaya bagi telinga kita adalah 2 – 20 kHz. Bila kita mendengarkan frekuensi tersebut dengan level di atas 100 dB SPL terus menerus selama lebih dari 2 jam, maka kita dapat mengalami hearing loss (tuli).
Kita dapat menghindari hal ini dengan cara mengukur SPL speaker kita. Masalahnya adalah, angka dB SPL yang muncul di SPL meter kita biasanya adalah angka total jumlah dB dari seluruh frekuensi yang muncul.
Jadi kita harus mengetahui cara untuk mengetahui berapa total SPL yang dihasilkan oleh frekuensi berbahaya (2 kHz ke atas) tersebut, agar terhindar dari hearing loss.
Untuk menjawab hal ini, maka gunakan fasilitas WEIGHTING di SPL meter. Ada tiga macam weighting : C weighting (mencakup frekuensi 20 Hz – 20 kHz), A weighting (mencakup frekuensi 1 kHz ke atas), Z weighting atau Flat (mencakup seluruh frekuensi).
Jadi, jangan lupa mengukur SPL  A weighting untuk mengetahui seberapa berbahaya nya sound yang kita hasilkan – disadur dari artikel YP Hadi Sumoro Kristianto

Speaker yang lebih baik

Mana berbunyi lebih baik ? Speaker A dengan tanggapan frekuensi (frequency response) 45 Hz – 18kHz atau speaker B 20 Hz – 25kHz ? Faktanya adalah, data di atas sama sekali tidak cukup untuk menggambarkan kualitas suara speaker. Mari kita lihat lebih detil.
Hal yang paling penting dari speaker bukannya lebar tanggapan frekuensi nya, tetapi kemampuannya untuk mereproduksi semua suara pada level yang persis sama seperti waktu suara itu direkam. Anda pasti tidak mau sang speaker merubah mix suara yang direkam. Suara tersebut akan berbunyi tidak natural di speaker tersebut.
Angka tanggapan frekuensi akan berbicara lebih banyak bila juga menyertakan angka toleransi kekerasan (Amplitude tolerance) seperti contoh “40Hz–20kHz, +/- 3dB”. Angka ini memperlihatkan bahwa penyimpangan suara yang terjadi antar frekuensi adalah 3 desibel dari angka rata-rata tengah. Artinya, bisa jadi frekuensi 100Hz berbunyi 10dB, frekuensi 1kHz berbunyi 12dB, frekuensi 1,3kHz 13dB, 6,3kHz 8dB dst. Penyimpangan yang terjadi tidak melebihi 3dB atau + 3dB.
Speaker dengan angka berikut “40Hz-20kHz,  +/- 8dB” sudah jelas kalah flat dibandingkan speaker di atas – Paul Dicomo

Speaker vs Ampli

Banyak orang bertanya : “Dapatkah speaker saya menggunakan power ampli ini ?” atau “Apakah power ampli ini akan menjebol speaker saya ?”.
Faktanya adalah setiap speaker dapat dibunyikan oleh amplifier apa saja. Masalah akan timbul waktu sang pengguna menjadi terlalu bernafsu. Saat itulah si ampli dipaksa berbunyi sekeras-kerasnya hingga suara clipping (terdistorsi).
Kecuali kita mendengar speaker dari jauh, maka kita tidak akan dapat mendengar distorsi clipping tersebut. Terutama sekali bila SPL kita diatas 90dB, maka telinga kita akan overload dan tidak dapat mendeteksi adanya distorsi clipping.
Perlu kita ingat bahwa 1 watt power mampu membunyikan speaker sebesar 88dB dalam jarak 1 meter (SPL = 88 dB). Bagaimana halnya dengan ampli 10 watt ? 50 watt ? atau 500 watt sekaligus ? Tentu kita tidak dapat mendengar distorsi clipping dalam watt power sebesar itu.
Agar mudah mendengar clipping, mainkan lagu kesayangan anda dan menjauh dari speaker. Bila perlu, matikan subwoofernya. Maka anda akan dapat mendengar bunyi clipping tersebut - Babin Perry

Berapa total SPL dari 2 buah Speaker @ 60dB ?

Berapa total SPL yang dihasilkan oleh 2 buah speaker @ 60dB ?
2 buah sumber suara koheren (serupa / identik) dengan SPL yang sama hanya akan menghasilkan peningkatan 3 dB. Jadi jawaban pertanyaan di atas adalah 63 dB untuk total SPL dua buah speaker tersebut.
Hal ini terjadi karena penambahan SPL tidak bersifat linear seperti 1+1 = 2, tetapi bersifat logaritmik. Rumus lengkapnya tercantum di artikel asli Bapak Hadi Sumoro.
Dengan rumus logaritma yang sama, maka bila sebuah speaker 65 dB dijumlahkan dengan speaker 88 dB, maka total SPL yang dihasilkan hanyalah 88 dB. Makin banyak perbedaan SPL antara 2 speaker, akan menghasilkan makin sedikitnya penambahan. Perbedaan 10 dB akan didominasi oleh speaker yang lebih keras. - disadur dari artikel YP. Hadi Sumoro Kristianto

Speaker dengan tutup belakang dan sistem Line Array

Tahukah anda, bahwa pada awalnya box speaker tidak mempunyai tutup di belakang nya ?
Adalah DR. Harry Ferdinand Olson di akhir tahun 1930 an yang menganjurkan bahwa speaker harus mempunyai tutup di belakang kabinetnya agar suara yang out-phase dari belakang speaker tidak bercampur dengan suara dari depan speaker.
DR Olson juga adalah orang pertama yang mengemukakan tentang efek speaker Line Array yang dapat mengarahkan suara melalui perbanyakan frekuensi, dalam bukunya Acoustical Engineering di tahun 1957.
DR. Olson  sejak dari kecil sudah menunjukkan bakatnya yang luar biasa di bidang engineering. Pada usia 27 tahun dia bergabung dengan RCA, dan kemudian tahun 1931 bersama Les Anderson menciptakan mic legendaris RCA 44 dan RCA 77 yang banyak digunakan stasiun radio dan televisi kemudian. DR Olson adalah juga tokoh penemu polar Cardioid dan ShotGun.
Beliau juga memegang lebih dari 100 hak paten penemuan di berbagai bidang di antaranya : tahun 1931 Paten Velocity Microphone, 1932 Paten Unidirectional Cardioid Microphone, 1935 Paten Double Voice Coil Loudspeaker, 1940 Paten Multiple Flare Horn, 1941 Paten Shotgun Microphone, 1942 Paten Multiple Loudspeakers, 1949 Paten Air Suspension Loudspeaker, 1950 Paten Synthetic Reverberation, 1950 Paten Functional Sound Absorbers, 1951 Paten Single Element Cardioid Microphone, 1953 Paten Noise Discriminator - Threshold Type, 1958 Paten Electronic Music Synthesizer (MARK II Sound Syntesizer), 1961Paten Speech Analyzer, 1961 Electronic Sound Absorber, 1961 Paten Music Composing Machine, 1963 Paten Stereophonic Loudspeaker, 1964 Paten Stereophonic Disk System, dan banyak lagi.
DR. Olson juga menulis lebih dari 130 artikel dan buku yang hingga sekarang tetap dijadikan dasar pegangan ahli-ahli akustik. Diantaranya bukunya adalah Elements of Acoustical Engineering (1940), Dynamical Analogies (1942), Musical Engineering (1952), Acoustical Engineering (1957), dan Music, Physics and Engineering (1966).
Terima kasih DR. Olson atas jasamu di dunia audio engineering - Wikipedia dan TECnology Hall of Fame 2005.

Posisi speaker

Dalam praktek sehari-hari, biasanya speaker FOH (Front of House) ditempatkan di depan penonton - di kanan kiri panggung. Alasan utamanya adalah untuk mendapatkan efek stereo yang baik.
Tetapi efek stereo bukanlah hal yang utama diinginkan dalam setting live musik. Alasannya adalah karena penonton kita tersebar dimana-mana (off center : tidak di tengah). Menjadikan FOH kita stereo berarti memperlakukan penonton di sebelah kiri dan sebelah kanan secara berbeda / tidak adil. Lain halnya dengan musik rekaman, maka sound stereo adalah hal yang wajib ditampilkan.
Mengapa FOH tidak kita tempatkan di samping kiri dan kanan penonton saja ? Atau di belakang penonton kiri dan kanan ? Untuk menjawab hal ini, maka kita harus pertama-tama mengingat bahwa telinga lebih mengarah ke samping dibandingkan ke depan. Lain halnya dengan mata, mata menghadap ke depan secara langsung.
Mengingat posisi telinga kita seperti ini, maka kita dapat mempertimbangkan untuk menempatkan speaker FOH di samping kanan dan kiri penonton agak ke depan. Rasanya kualitas suaranya akan lebih baik daripada menempatkannya speaker FOH di depan penonton.
Biasanya feedback juga akan berkurang karena speaker jauh dari panggung. Coba saja – JS

Sebaran suara Subwoofer

Bila kita menyelidiki dengan menggunakan software sound system atau perhitungan matematika, kita akan mendapati bahwa sebuah subwoofer akan menyebarkan bunyi secara omni (rata ke segala arah) dan bukan directional (terarah hanya ke arah tertentu).
Tetapi kenyataan di lapangan sangat berbeda. Banyak pakar audio mendapati bahwa telinga mereka menangkap radiasi bunyi secara omni tidak terjadi pada subwoofer. Bunyi di belakang subwoofer berbeda dengan bunyi di samping atau di depannya.
Mengapa hal ini terjadi ? Karena adanya frekuensi harmonik. Kita ingat bahwa selalu terjadi dua frekuensi dalam sebuah bunyi tunggal : frekuensi fundamental dan frekuensi harmonic. Misalnya bunyi frekuensi tunggal 90Hz. Suara 90Hz akan menghasilkan frekuensi fundamental 90Hz sekaligus bunyi frekuensi harmonik 180Hz, 270Hz, 360Hz dst (kelipatan 90). Jadi telinga kita akan mendengar beberapa frekuensi sekaligus bila nada tunggal 90Hz dibunyikan.
Frekuensi fundamental 90Hz tadi akan tersebar secara omni. Tetapi frekuensi harmonik akan tersebar tidak secara omni. Bisa berbentuk cardioid atau lainnya. Hasilnya kita akan mendengar bunyi yang berbeda di depan atau samping atau belakang subwoofer – Jeff Berryman

Frekuensi High yang menurun

Salah satu karakteristik udara adalah menyerap energi frekuensi tinggi (high). Makin tinggi frekuensi makin besar serapan udara. Karena itu, semakin jauh dari speaker, kekerasan nada-nada high biasanya menurun (attenuate).
Serapan frekuensi ini akan semakin meningkat bila suhu udara semakin panas atau kelembaban udara semakin berkurang. Serapan frekuensi high ini tidak terlalu terasa bila dalam ruangan (indoor) karena jarak tidak terlampau jauh. tetapi akan sangat terasa di outdoor. Penelitian kami memperlihatkan bahwa frekuensi 10kHz berkurang 14dB pada jarak 91,4 meter.
Pesan kami : jangan menaikkan volume frekuensi High bila hal ini terjadi. Menaikkan volume akan memaksa amplifier dan speaker bekerja lebih keras. Untuk mengatasi hal ini, gunakan speaker tambahan (speaker delay) di area yang kehilangan bunyi High ini - ElectroVoice

Sabtu, 31 Maret 2012

Tips seting sound system

 Seting sound system,gimana ya...?????berikut sedikit membantu....

Balanced atau Unbalanced ?

Ada dua macam koneksi dalam sistem audio : BALANCED dan UNBALANCED. Koneksi BAL adalah koneksi dengan tiga jalur konduktor/kabel yaitu : positif – negatif - ground. Adapun koneksi UNBAL adalah koneksi dengan hanya 2 jalur kabel : positif dan negatif (bila ada jalur ketiga, maka biasanya jalur ketiga digabungkan dengan jalur negatif).
Koneksi UNBAL memiliki resiko noise karena rentan terhadap gangguan/interferensi dari perlengkapan listrik (seperti lighting, dsb.) atau stasiun pemancar. Noise ini terjadi karena gelombang interferensi alat listrik lain tersebut menembus kabel kita dan ikut terbawa ke perlengkapan sound kita. Resiko interferensi ini menjadi semakin besar seiring dengan semakin panjangnya kabel.
Untuk mengatasi hal ini, maka sebaiknya kita menggunakan koneksi BAL. Dalam koneksi BAL, sinyal dikirim melalui 2 buah jalur kabel. Salah satu jalur kabel akan membalik sinyal yang berangkat sehingga sinyal tersebut Out-Phase / Cancelling dengan sinyal di jalur kabel yang satunya lagi. Karena dilindungi dengan kulit kabel, maka pembalikan ini tidak akan membawa efek Cancellation. Di ujung lainnya, sinyal terbalik tadi akan kembali dibalik sehingga kita kembali mendapatkan sinyal In-Phase seperti sediakala.
Keuntungan dari pembalikan ini adalah : semua sinyal interferensi yang masuk sepanjang kabel akan saling meniadakan (Cancellation / Out-Phase) pada saat tiba di ujung akhir kabel. Sungguh sebuah cara yang cerdik untuk menghindari interferensi sinyal audio - JS.

Teknik Setting EQ

Memang sulit men-setting EQ karena sangat tergantung selera, akustik ruangan, dan faktor-faktor lainnya. Untuk mendapatkan hasil yang baik, mulai dengan menetralkan semua EQ di posisi 0 atau flat, lalu besarkan seluruh volume 50%. Pastikan bahwa anda sudah puas dengan posisi speaker dan gain subwoofer.
Setelah itu, putar CD yang anda hafal soundnya, dan sesuaikan tiap-tiap frekuensi band EQ satu-persatu. Jangan sekaligus beberapa band frekuensi ! Satu band saja dan dengarkan lagi. Selesaikan satu band tersebut sampai soundnya bisa diterima. Lalu lanjutkan ke band frekuensi lainnya.
Selama melakukan ini, bisa saja anda menyesuaikan band sebelumnya kembali karena bunyi sound masih berubah-ubah sepanjang penyesuaian. Memang langkah ini sangat memakan waktu, tetapi hasilnya sangat memuaskan. – IMPERIAL REIGN dari forums.techpowerup.com

Aturan Emas EQ dari Bobby Owsinsky

- Bila bersuara ‘becek / berlumpur’ (muddy), potong (cut) di area 250Hz
- Bila berbunyi ‘kaleng’ (honky), potong di area 500Hz.
- Potong (cut) bila anda menginginkan suara yang lebih baik.
- Tambah (boost) bila anda ingin membuat bunyi unik / berbeda.
- Kita tidak dapat mem’boost’ bila memang frekuensi itu tidak ada di sumber bunyi.

Gunakan bandwidth Q sempit sewaktu ‘cut’, gunakan Q lebar waktu ‘boost’. Bila anda menginginkan suatu suara menonjol, kurangi bagian bottom/low. Bila anda menginginkan suara itu bercampur dengan suara lainnya, kurangi bagian top-high nya - www.ps139.com

Nada VS Frekuensi VS Panjang Gelombang

Berikut adalah tabel Mik Fielding untuk mengetahui frekuensi dari nada beserta panjang gelombangnya.Tabel ini sangat berguna untuk membantu agar mixing kita lebih detil lagi.
Dengan melihat tabel ini, kita mengerti mengapa kita tidak dapat mendengar nada D-1 dari jarak 2 meter di depan subwoofer. Karena nada D-1 membutuhkan 10 meter lebih untuk dapat terbentuk sempurna dan menjadi bunyi.
NADA PIANO
FREKUENSI (Hz)
PANJANG GELOMBANG
A - 0
27,5
13,481 meter
D - 1
36,7081
10,100 meter
A - 1
55,0000
6,741 meter
D - 2
73,4162
5,050 meter
A - 2
110,000
3,37 meter
D - 3
146,832
2,525 meter
A - 3
220,000
1,685 meter
D - 4
293,665
126,2 cm
A - 4
440,000
84,26 cm
D - 5
587,330
63,12 cm
A - 5
880,000
42,13 cm
D - 6
1174,66
31,6 cm
A - 6
1760,00
21,1 cm
D - 7
2349,32
15,8 cm
A - 7
3520,00
10,5 cm
D - 8
4698,64
7,9 cm
A - 8
7040,00
5,3 cm
D - 9
9397,27
3,9 cm
A - 9
14080,0
2,6 cm
D - 10
18794,5
2 cm

Setting GATE

Salah satu perangkat yang sering digunakan dalam sound system adalah Gate. Terutama setting sound drum,dimana komponen seperti snare, hihat, tom, kick dll letaknya berdekatan dan rawan kebocoran bunyi.
Secara singkat Gate adalah : alat yang tidak akan meneruskan sinyal (dalam satuan dB) apabila nilai level signal-nya di bawah nilai threshold yang ditentukan. Lalu kontrol apa yang biasanya menjadi standar dalam perangkat Gate? Yang utama adalah :
- Threshold : kontrol ini yang akan menentukan di level berapa signal diperbolehkan masuk gate. Apabila di bawah nilai ini, maka signal akan ditutup dan tidak diteruskan. Semakin besar  dB yang kita set, semakin besar signal yang dibutuhkan untuk membuka gate.
- Attack
  : mengontrol kecepatan gate bereaksi apabila signal sudah memasuki ambang threshold.
- Release
: menentukan seberapa cepat gate kembali menutup setelah sebuah signal dibiarkan melewati gate.
Setiap produsen menambahkan fitur-fitur lain sebagai pelengkap. Bacalah manual alat tersebut. Atau luangkan waktu untuk mencoba berbagai fitur tersebut.
Gate biasanya disisipkan di insert mixer. Mengapa demikian? Dengan melewati insert mixer, berarti signal sudah melalui proses treatment gain melalui gain / trim.
Hal ini akan mempermudah kita apabila ada permasalahan yang timbul di tengah pertunjukan.
Setting Gate : dapatkan struktur gain dengan meminta pemain drum untuk mencoba dulu satu persatu. Mulai kick, snar, hihat, tom. Setelah itu lakukan sedikit equalisasi sampai sound dari masing-masing channel dianggap memuaskan. Baru setelah itu kita tentukan setting threshold Gate. Tentukan nilai attack terbaik agar gate bereaksi secepat mungkin dan natural . Kalo sudah dengarkan hasilnya. Apabila ada bunyi sustain mengganggu maka putuskan berapa nilai release terbaik.
Lakukan proses ini satu persatu, mulai kick, snar, hihat, dan seterusnya sampai semua yang perlu di gate telah masuk. Ingat bahwa drummer adalah manusia yang staminanya bisa menurun. Karena itu tentukan nilai threshold dengan bijak. Jangan terlalu ekstrim menentukan threshold karena nantinya mengakibatkan hasil sound tidak natural.
Artikel ini tidak serta merta membuat kita jadi piawai dalam men-setting gate, tentunya tetap dibutuhkan praktek dan latihan untuk mengasahnya. Selamat mencoba – Uki Tridaya

Panduan cepat Mr. Mik Fielding meng - EQ instruments

Kick Drum : 60-80 Hz Bottom depth; 2.5kHz Slap attack
Snare Drum : 240 Hz Fatness; 2-3kHz Crispness
Hi-Hat Cymbal : 200 Hz Clank; 2-4kHz Stick hit metal ; 6-8kHz  Harshness; above 8 kHz Shimmer
Rack Toms : 240 Hz Fullness; 2-4kHz Attack; 8kHz Overtones
Floor Tom :  120 Hz Fullness; 2-4kHz Attack; 8kHz Overtones
Bass Guitar : 60-80 Hz Bottom; 700-1kHz Attack or Pluck; 2.5 kHz String Noise or Pop
Acoustic Guitar : 80-120 Hz Bottom; 240Hz Body; 2.5-5kHz Clarity;
Electric Guitar : 100-250Hz Body; 2.5-3KHz Clarity; 6-8kHz Presence.
Electric Organ : 80-120 Hz Bottom; 240Hz Body; 2.5kHz Clarity
Piano : Bottom at 80-120Hz; Clarity at 2.5-5kHz;  "Honky Tonk" sound with high "Q" at 2.5kHz
Horns : Fullness at 120-240Hz; Shrill at 5-8kHz
Strings : Fullness at 240Hz; Scratchiness at 7-10kHz
Conga/Bongo : Resonance at 200-260Hz; Presence/Slap at 2-4kHz
Vocal : Fullness at 120Hz; Boominess at 200-280Hz; Presence at 5kHz; Sibilance at 6-7kHz

Setting EQ Pidato

Secara garis besar, frekuensi pidato dapat dibagi atas 3 area utama : fundamental, huruf hidup (vowel : a, i, u, e, o) dan huruf mati (konsonan).
Fundamental pidato ada di frekuensi 125-250 Hz. Disini kualitas suara terdapat. Kita dapat mengenali suara si pembicara di frekuensi ini.
Huruf hidup muncul di frekuensi 350 Hz – 2 kHz. Huruf mati muncul di 1,5 – 4 kHz.
60 % energi suara muncul di frekuensi 63 - 500 Hz dengan hanya 5 % tingkat kejelasan suara. Sementara itu area 500 Hz – 1 kHz menampilkan 35 % kejelasan suara. Dan akhirnya area 1 – 8 kHz menghasilkan 60 % kejelasan suara.
Terlalu banyak boost di antara 1 – 4 kHz dapat menyebabkan pendengar lelah. Tetapi vokal dapat dibuat menonjol dengan boost di 3 kHz. Terlalu banyak boost di area 5 -16 kHz dapat menyebabkan sibilance (desis ‘ssss’) - Devin DeVore 

Feedback Eliminator / Destroyer

Bila anda tidak memiliki sound operator tetap, sebaiknya anda mempertimbangkan untuk menggunakan Feedback Eliminator / Destroyer.
Alat ini adalah sebuah prosesor elektronik yang mencari dan menghancurkan feedback. Bila sebuah feedback muncul, maka secara otomatis alat ini akan mencari frekuensi feedback tersebut dan menakik nya (notches it out). Waktu feedback muncul lagi di frekuensi yang lain, maka alat tersebut akan mengirim filter kedua sebagai penyelamatnya - Lorne Atkins

Cut atau Boost EQ ?

Alasan mengapa EQ lebih baik di 'cut' (kurangi/potong) dibandingkan dengan di 'boost' (dinaikkan) adalah karena dengan boosting, maka kita juga mem -boost noise di sinyal tersebut. Coba saja. Boost tiap frekuensi dan dengarkan hasilnya. Bila anda pikir sound nya bertambah enak, silahkan saja. Siapa tahu ? - Ian Waugh

Mixing

Hal pertama yang diperhatikan orang adalah penyanyi utama. Pastikan bahwa mereka terdengar baik dan cukup keras, baru kemudian kita mengolah gitar, keyboard, drum, dan sebagainya - Dave

Kabel speaker vs kabel instrumen

Kabel untuk speaker tidak baik digunakan sebagai kabel instrumen. Begitu pula sebaliknya. Karena kabel instrumen hanya mampu membawa sedikit tenaga (low power) dan ber-hambatan tinggi (high impedance / High Z). Sedangkan kabel speaker sebaliknya : high power dan hambatan rendah (low Z).
Bila anda menggunakan kabel instrumen sebagai kabel speaker, mungkin anda akan baik-baik saja di sinyal rendah. Pada sinyal tinggi, anda akan mengalami berbagai masalah dalam bentuk ampli mengalami panas berlebihan, speaker berbunyi distorsi (peak), atau kabel hangus.
Bila kita menggunakan kabel speaker untuk instrumen, maka bisa jadi anda akan mengalami noise karena induksi dari perlengkapan listrik di sekeliling (lighting, dan sebagainya). Mengapa demikian ? Karena kabel speaker hanya memiliki pelindung luar yang tipis, sedangkan isi kabel  dalamnya besar dan tebal. Induksi mudah masuk dan terbawa oleh kabel hingga berbunyi di speaker kita – www.fender.com

Total Harmonic Distortion (THD)

Total Harmonic Distortion adalah sebuah indikator di amplifier atau pre-amp tentang seberapa jauh penurunan kualitas suara terjadi. THD diukur dengan cara membandingkan output dengan input.
Suara terdiri dari berbagai frekuensi. Kualitas suara input (frekuensi) dapat mengalami penurunan setelah diproses oleh alat tersebut. Besar penurunan kualitas ini dinyatakan dengan angka THD. Misalnya THD 0.004 %, artinya kualitas suara menurun 0,004% dibandingkan aslinya.
Semakin kecil nilai THD, semakin bagus kualitas alat tersebut - www.stereos.about.com

Tipe-tipe Reverb

Ada beberapa tipe program reverb. Mari kita lihat lebih detail :
Tipe ROOM : reverb tipe ini adalah simulasi suara yang berbentuk ruangan. Simulasi suara ini mencerminkan ruangan yang lebih kecil dibandingkan tipe HALL.
Tipe HALL : tipe ini menghasilkan sound yang lebar, hangat, dan besar. Mencerminkan ruangan aula yang besar.
Tipe PLATE : tipe ini sangat sesuai untuk vokal. Pada jaman dahulu pembuatan reverb Plate dilakukan dengan cara mengirim sound ke sebuah plat metal yang akan memantulkannya kembali bolak balik. Suara vibrasi pantulan ini kemudian direkam kembali menjadi audio signal. Reverb ini bersifat cerah (bright) dan jernih (clean) sehingga cocok untuk vokal.
Tipe CHAMBER : dahulu kala, semua studio memiliki ruang pantul (echo chamber). Suara dikirimkan ke ruang pantul ini, kemudian direkam kembali. Suara pantulan inilah yang dinamakan reverb Chamber – www.emusictips.com

Pembicara Penting

Banyak pembicara terbiasa mendengar suara mereka lewat speaker dan menyesuaikan volume dan kualitas suara mereka sesuai apa yang mereka dengar. Mereka butuh speaker monitor yang baik agar percaya diri dengan suara mereka.
Suara monitor yang terlalu kecil akan menyebabkan pembicara mendekatkan diri ke mic atau berteriak. Bila monitor terlalu keras akan menyebabkan mereka menjauh dari mic dan berbicara lembut. Perhatikan bagaimana mereka memegang mic – bila terlalu jauh, kecilkan monitor. Bila terlalu dekat, keraskan monitor - Dr. Dale A. Robbins

Rasio Signal to Noise (S/N)

Rasio Signal to Noise (S/N) adalah jarak antara level sinyal dengan level dimana mulai terdengar noise. Besarnya S/N biasanya dinyatakan dalam dB (desibel).
Untuk mengetahuinya secara praktis (selain membaca manual alat) dapat kita gunakan cara berikut : Tanpa ada bunyi sinyal apapun, kita naikkan volume sampai kita mendengar adanya bunyi noise. Itulah nilai S/N dari alat yang kita operasikan.
Nilai S/N 30dB artinya ada 30dB sinyal dengan 0dB noise, dan juga berarti ada 31dB sinyal dengan 1dB noise, serta ada 50dB sinyal dengan 20dB noise, dst.
Semakin besar nilai S/N berarti semakin bebas alat tersebut dari noise. Alat dengan S/N 70dB lebih baik dari alat dengan nilai S/N 40dB. Alat pertama dapat menghasilkan bunyi yang bebas noise hingga 70dB, sedangkan alat kedua hanya mampu menghasilkan bunyi bebas noise 40dB saja.
Dengan mengetahui batas S/N, maka kita akan tahu sampai batas mana audio yang kita hasilkan bersih dari noise – Benjamin Soegiaman & JS

Setting compressor



Compressor adalah sebuah alat yang sangat berguna. Di live music, kompresor diguanakan untuk membatasi peak sinyal. Kompresor dapat meningkatkan dan membumbui suara, tetapi bila di set terlalu tinggi akan merusak suara. Ingat hal ini : Hanya gunakan kompresor bila dibutuhkan, jangan meng-kompres hanya karena kita memiliki kompresor yang bagus !
Berikut adalah beberapa tips tuntunan dalam menggunakan kompresor. Tidak setiap kasus cocok dengan tips ini, tetapi tips ini patut dicoba sebagai bahan dasar untuk melakukan perbaikan lebih jauh.
Kick Drum - ratio 8:1, attack di bawah 2ms, reduksi maksimum 10dB.
Snare Drum – ratio 3:1, auto attack release, threshold -10dB. Bila menginginkan suara yang dalam, gunakan ratio antara 4:1 - 6:1, attack 5-10ms, release sekitar 150ms, reduksi maksimum 10dB.
Elektrik Gitar – ada 3 ide yang patut dicoba : Ratio antara 3:1 – 5:1 dengan auto attack release dan reduksi 8-10dB. Ratio antara 4:1 - 10:1 dengan attack 10-50ms dan release 0,4 detik. Untuk menghasilkan sound yang kuat, coba ratio lebih tinggi dan release lebih cepat
Bass - ratio antara 4:1 - 8:1, attack 50ms, release time 0,4 seconds, reduksi 6-10dB.
Vokal – ratio antara 4:1 - 8:1, attack yang cepat, release 0,5 detik, reduksi 4-6dB.
Jangan terlalu gila-gilaan meng-kompres vokal ! - OldBarn Audio

Setting musik Hip-Hop

Seting compressor seperti apa yang dapat menghasilkan punch drum maksimum seperti yang dibutuhkan musik Hip-Hop dan House ?
Dalam banyak kasus Hip-Hop, ratio yang umum digunakan adalah 4:1 hingga 7:1. Ratio di atas 8:1 efektif untuk membatasi (limiting) bukan untuk kompresi. Para jagoan biasanya menggunakan reduksi antara 10 – 15 dB pada kick, snare, bass dan gitar.
Untuk membentuk sound kick drum yang ideal, kami umumnya menggunakan ratio 5:1 dengan threshold -12,4 dB. Sekali anda telah menemukan ratio dan threshold yang cocok, anda telah siap untuk memanaskan panggung dengan men-seting attack dan release yang sesuai - www.modernbeats.com