Jumat, 03 Februari 2012

Audio Mixer

Dalam dunia Audio profesional, sebuah mixing console, apakah itu analog maupun digital, atau juga disebut soundboard / mixing desk (papan suara) adalah sebuah peralatan elektronik yang berfungsi memadukan (lebih populer dengan istilah "mixing"), pengaturan jalur (routing) dan mengubah level, serta harmonisasi dinamis dari sinyal audio. Sinyal - sinyal yang telah diubah dan diatur kemudian dikuatkan oleh penguat akhir atau power amplifier.

Audio mixer secara luas digunakan dalam berbagai keperluan, termasuk studio rekaman, sistem panggilan publik (public address), sistem penguatan bunyi, dunia penyiaran baik radio maupun televisi, dan juga pasca produksi pembuatan film. Suatu contoh yang penerapan sederhana, dalam suatu pertunjukan musik misalnya, sangatlah tidak efisien jika kita menggunakan masing masing amplifier untuk menguatkan setiap bagian baik suara vokal penyanyi dan alat alat musik yang dimainkan oleh band pengiringnya.

Disini Audio mixer akan menjadi bagian penting sebagai titik pengumpul dari masing masing mikropon yang terpasang, mengatur besarnya level suara sehingga keseimbangan level bunyi baik dari vokal maupun musik akan dapat dicapai sebelum diperkuat oleh amplifier.
Mixer adalah salah satu perangkat paling populer setelah microphone. Kita lebih mengenalnya dengan sebutan mixer, mungkin kebanyakan kita menyebutnya demikian karena fungsinya yang memang mencampur segala suara yang masuk, kemudian men-seimbangkannya, menjadikannya salura dua kanal (L-R kalau stereo, dan satu kalau mono), kemudian mengirimkannya ke cross-over aktif baru diumpan ke power amplifier dan terakhir ke speaker.

Mixing console menerima berbagai sumber suara. Bisa dari microphone, alat musik, CD player, tape deck, atau DAT. Dari sini dengan mudah dapat dilakukan pengaturan level masukan dan keluaran mulai dari yang sangat lembut sampai keras. Kalau kita misalkan sebuah system audio iu umpamakan sebagai tubuh manusia, snake cable bisa kita umpamakan sebagai system syaraf, dan mixing console sebagai jantungnya.

Bila terjadi suatu masalah dengannya, berarti system tersebut sedang dalam masalah besar. Salah satu syarat terpenting dalam mixing console yang baik adalah mempunyai input gain yang baik, pengaturan eq yang juga baik. Maka dengan demikian akan dapat dilakukan pengaturan yang lebih sempurna dan optimal terhadap setiap input microphone, atau apapun yang menjadi sumber suaranya. Ada banyak tipikal pengaturan yang terdapat dalam sebuah mixing console.


Pemutar File Suara Digital


Sama halnya dengan pemutar file suara analog,file suara digital juga memerlukan tempat/media penyimpanan.file suara digital dapat di simpan di CD,DVD,disket,Hardisc,Flash disc(memori ic).file suara digital harus di ubah ke file suara analog untuk dapat didengarkan,di dalam pemutar file suara digital terdapat converter digital to analog(DAC),yang berfungsi untuk mengubah file suara digital ke analog.
Pemutar file suara digital antara lain:
CD/VCD/DVD player,Mp3 player,PC (komputer),Ipod dsb.
dari pemutar suara tersebut,masing masing  mempunyai format yang berbeda beda dan membutuhkan sofware tertentu untukmenjalankannya,
contoh:Mp3 player berformat Mp3 dapat diputar di winamp,jet audio dsb
Format atau sistem pengkodean dalam file digital berasal dari file analog yang disampling atau dikodekan.Diantaranya adalah: Mp3,WMA,real audio dsb

Selain Pemutar file suara analog & digital,Radio penerima juga merupakan bagian input masukan.

Pemutar File Suara Analog


Pada zaman dahulu Piringan hitam sempat mejadi faforit alat untuk memutar suara/lagu,tetapi setelah muncul kaset piringn hitam mulai ditinggalkan.Kedua benda tersebut bekerja sinyal analog.Bentuk dari piringan hitam berupa piringan seperi CD tapi ukurannya besar,maka untuk media rekam sempat difokuskan ke kaset.

Compact casset atau sering disebut kaset,pita kaset atau tape adalah media penyimpan data yang umumnya berupa lagu(suara),kaset berasal dari bahasa perancis yang cassette yang berarti "kotak kecil".kaset berupa pita magnetik yang mampu merekam data berupa suara.Dapat diputar dengan alat tape player.dari tahun 1970-1990 kaset sempat populer atau paling sering digunakan.
 Cara kerja:
Pita magnetik akan dibaca oleh head tape kemudian sinyal elektrik dari head akan di dikuatkan oleh pre amp tape.sinyal audio dari preamp akan dikuatkan lagi dengan sound system dan dapat di proses frekuensi (nada).Sinyal listrik yang udah di kuatkan kemudian diubah ke suara oleh LOad speaker.


Dalam perkembngannya kepopuleran kaset tergeser oleh pemutar file suara digital.